Selasa, 04 Agustus 2009
Kamis, 30 Juli 2009
Materi Pembelajaran
1.1 Pengertian Dasar Internet
Singkatan dari Interkonected Network atau secara langsung berarti jaringan yang saling terhubung, kumpulan komputer yang terhubung satu dengan yang lain dalam sebuah jaringan. Karena menghubungkan compute- komputer dengan jaringan-jaringan komputer yang ada diseluruh dunia.
Dua Peranan Internet
1.Sebagai sumber data dan informasi
2.Sarana pertukaran data dan informasi
Internet sbg sumber informasi, internet menyimpan berbagai informasi dalam jumlah yg tidak terbatas. Kita dapat mengakses informasi apapun dlm jumlah yang tidak terrbatas. Bahkan bisa menempatkan informasi yang kita miliki diinternet agar dapat diakses orang lain.
Internet juga memicu globalisasi karena teleh menghilangkan batas-batas dunia. Juga membuat dua orang dari belahan berbeda dapat berkomunikasi tanpa dibatasi oleh batas negara, waktu, jarak, dan hukum atau birokrasi suatu negara.
1.1.2 Berbagai Aplikasi Internet
Aplikasi ini banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti akademik, militer, medis, media massa,
periklanan, dan berbagai sektor industri.
Aplikasi internet yang paling banyak dikenalndan digunakan, antara lain Word Wide Web (www), E-mail,
Mailing List (milis), Newsgroup, Internet Relay Chat, File Transfer Protocol(FTP), Telnet, Goper, &Ping.
Word Wide Web
Aplikasi yg paling penting dan digunakan berbagai hal. www adalah dokumen internet yg disimpan di server
diseluruh dunia. Dokumen tsb dibuat menggunakan format hypertext dan hypermedia, yaitu hypertext
Markup language (HTML). HTML mempunyai kemampuan untuk menghubungkan sebuah dokumen dengan
dokumen lain.Dokumen tersebut dapat memuat teks,gambar, animasi, audio, dan video.
Electronic Mail (E-mail)
Aplikasi internet untuk sarana komunikasi surat-menyurat dalam bentuk elektronik. Kita dapat bercerita,
mengirim pesan, atau apa saja. Merupakan alat komunikasi yang murah dan cepat.
Mailing List
Sarana bertukar informasi dalam satu kelompok melalui e-mail. Setiap email yg dikirim akan dikirimkan ke
seluruh alamat email yg terdaftar sbg anggota milis. Milis bentuk lain dari e-mail, tapi mempunyai sifat yg
sama dengan e-mail.
Newsgroup
Aplikasi internet yg digunakan untuk berkomunikasi satu sama lain dalam sebuah forum. Biasanya forum
newsgroup mempunyai kepentingan dan ketertarikan yg sama. Dpt dianggap bulletin board, dimana setiap
orang bebas memaparkan pendapatnya untuk dibaca orang lain yg tergabung dlm kelompok tsb.
Memungkinkan menyampaikan informasi dgn cepat kpd orang2 yg tergabung dlm kelompok.
Internet Relay Chat
Aplikasi internet yg digunakan untuk bercakap-cakap di internet. Atau lebih dikenal Chatting yg dilakukan
dengan cara mengetik apa yg ingin kita katakan kpd teman chatting kita. Saat ini dilengkapi dgn sarana
untuk menampilkan gambar yg diambil melaui webcam.
File Transfer Protocol
Aplikasi internet yg digunakan untuk mengirimkan stsu mrngsmbil filr ke/dari komputer lain. Digunakan
untuk mengambil (download)arsip (file) dari sebuah server di internet yg mempunyai alamat tertentu.bisa
juga digunakan untuk mengupload file situs (homepage), sehingga bisa diakses oleh pengguna dari seluruh
pelosok dunia.
Telnet
Aplikasi internet yg digunakan untuk mengakses computer yang letanya jauh. Bisa digunakan apabila kita
mempunyai alamat IP (IP address) dari computer yg akan diakses dan kita kita juga harus empunyai hak
akses User ID dan Password ke KomputerTsb.
Gopher
Aplikasi yg digunakan untuk mencari informasi yg ada di internet. Hanya terbatas pada teks saja, harus
menghubungkan diri dgn ghoper server di internet.
Ping
Packet Internet Gopher untuk mengetahui apakah komputer yg kita gunakan terhubung (terkoneksi) dgn
komputer lain di internet.
Kegunaan Internet yg dapat kita rasakan sbb :
1. Sarana ntuk mendapatkan dan menyampaikan informasi yg cepat dan murah.dgn menggunakan e-mail, www, newsgroup, FTP, dan gopher.
2. Mengurangi biaya kertas dan biaya distribusi. Mis, Koran nasional dapat dicetak didaerah, Koran masuk internet, majalah, brosur dsb.
3. Sebagai media promosi, dimanfaatkan untuk beriklan dan menampikan profil perusahaan serta produk-produknya.
4. Sarana komunikasi interaktif, seperti e-mail, dukungan pelanggan www, konferensi video, IRC, telpon via internet.
5. Sarana penelitian dan pengembangan (research and development).
6. Srana untuk mempertukarkan data.
1.1.3 Sejarah Perkembangan Internet
Pada bulan Oktober 1962 dimulai penelitian program riset komputer di ARPA (Advenced Research Projects
Agency) dengan Joseph Licklider sbg ketua program.
Tahun 1965 didanai ARPA, Larry Robert dan Thomas Marill mencoba membuat koneksi Wide Area Network
yg pertama. Menghubungkan komputer TX-2 di MIT dengan komputer Q-32 di Santa Monica melalui
jaringan telepon. Disimpulkan bahwa jaringan telepon dpt melewatkan data, namun tdk efisien karena
menghabiskan banwith mahal. Kleinrock memperediksikan pengiriman paket data merupakan komuniskasi
data yg paling memngkinkan.
Tahun 1966 Bob Tailor melakukan percobaan membuat jaringan yg menghubungkan komputer-komputer
disejumlah universitas yg mendanai percobaan ini. Tiga tahun kemudian jaringan tsb berhasil dibuat yg
disebut ARPANET kemudian menjadi cikal bakal lahirnya internet.
Pertama kali online pada tahun 1969, awalnya menghubungkan komputer diuniversirtas bagian barat daya
Amerika Serikat, anatara lain Universty of California Los Angeles (UCLA), Stanforh Research Institute,
Universty of California Santa Barbara, dan Univerty of Utah.
Juni 1970 beberapa universitas dan lembaga lain, MIT, Harvard, BBN, dan Systems Development Corp ( SDC)
Di Santa Monica, selanjutnya Januari 1971 giliran Stanford, Lincoln Labs milik MIT, Carnigie-Mellon, dan
Case-Western Reserve University. Kemudian lembga seperti NASA/Ames, Mitre, Burroughs, RAND , dan
Universitas Illinois.
Setelah itu makin banyak lembaga-lembaga yg terhubung dgn internet dan perkembangan internet semakin
meluas denga cepat. Namun, terbatas pada lembaga tertentu saja.
Pada tahu 1971 The Network Working Group menyelesaikan protokol Telnet untuk mengakses sebuah
komputer dari jarak jauh. Selain itu membuat kemajuan pada standar File Transfer Protocol (FTP), digunakan
untuk mendowload file. Tahun 1972, Ray Tomlinson dari BBN menulis program yg dapat mengirimkan surat
elektronik melalui ARPANET . menggunakan simbol @ (dibaca: et) untuk menghubungkan pengguna
(username) dan alamat e-mail (e-mail address)tahun 1980 diguanakan sbg standar dunia.
Banyaknya jaringan yg berbeda merupaan masalah baru untuk meghubungkan jaringan-jaringan komputer
Ke dalam ARPANET. Tahun 1973 mulai dikembangkan sebuha protokol yg kemudian disebut dgn protokol
TCP/IP oleh Vinton Cerf dari Stanford dan bob Khan dari DARPA (Defense Advenced Research Projects
Agency )Protokol tersebut memungkinkan dua jaringan berbeda dapat berkoneksi dan berkomunikasi satu
dengan yanbg lain.
Baru tahun 1986 internet kemudian digunakan secara terbuka untuk umum, sejak saat itu pengguna inter
net berkembang dengan sangat cepat ke seluruh dunia.
Tahun 1989 jaringan yang tergabung ke internet berkembang pesat, bulan Januari jaringan yang terhubung
Ke internet sebanyak 80.000 buah kemudian bertambah menjadi 130.000 buah dibulan Juli melebihi
160.000 buah, Negara, yg tergabung dgn internet Australia, Jerman, Israel, Italia, Jepang, Meksiko, Belanda,
Selandia Baru, dan Ingris.
Pada tahun 1990 ARPANET resmi ditutup. Jaringan tersebut berkembang dari 4 jaringan komputer yg
tergabung didalamnya menjadi 300.000 jaringan. Negara yg tergabung dalam jaringan internet al :
Argetina, Austria, Belgia, Brazil, Chile, Yunani, Irlandia, Korea Selatan, Spanyol,India, dan Swiss. Beberapa
aplikasi internet Archie, Gopher, dan WAIS.
Tahun 1993 dikembangkan aplikasi browsing yang disebut Mosaic oleh Marc Anderson bersama timnya di
National Center for Supercomputing Aplications (NCSA). Kemudian menjadi otak dibelakang Netscape Corp.
Sampai akhirnya Microsoft mengembangkan Misrosoft Internet Explorer.
Kecepatan koneksi menjadi hal yg penting, mngingat makin besarnnya kebutuhan sarana pertukaran
Informasi. Modem dg kecepatan 56 kbps semula dianggap cukup memadai. Namun, saat ini kurang
memadai, terutama untuk mengirimkan dan menerima aplikasi-aplikasi multi media kualitas tinggi.
Kemudian dikembangkan teknologi Digital Subscriber Lines (DSL) yg mempunyai kemampuan mengirimkan
data lebih cepat.
Jaringan nirkabel untuk koneksi internet juga sudah berkembang dg baik . Saat ini kita dapat akses internet
melalui jaringan nirkabel WiFi maupun melalui layanan GPRS dan 3G yg mempunyai kecepatanakses lebih
tinggi dibandingkan jaringan kabel.
Tahun 1995 diperkirakan 25 juta orang lebih menjadi pengguna internet. Data IDC tahun 1999 pengguna internet mencapai 196 juta orang, dan menjadi 503 juta orang tahun 2003. Menurut Word Statistic, saat
ini telah mencapai 1.076.203.987 orang tersebar dikaesan dunia.
Menurut data asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2001 penguna internet
Di Indonesia mencapai 2,4 juta orang. Indonesia merupakan negara pengguna internet terbesar ke 15
sedunia, sedangkan di Asia Negara pengguna Internet terbesar kelima dibawah Cina, Jepang dan India.
Pertanyaan Pemahaman J
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan internet.
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan FTP dan untuk apa FTP digunakan .
3. Jelaskan perbedaan e-mail dan milis.
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan www.
5. Menurut kamu, mengapa internet berkembang dengan cepat.
1.2 Pemanfaatan Internet untuk Bisnis
Kemampuan dan keandalan inrternet memberikan banyak kemudahan bagi berbagai aspek kehidupan kita. Selain sebagai sumber informasi dan arana komuniksi yang murah dan cepat. Juga mempunyai jaringan yang sanagt luas, yang dapat menjangkau seluruh dunia. Membuat internet makin banyak dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan manusia.Beberap aplikasi yang memanfaatrka internet, anatara lain perdaganganb elekronik, internet banking,, dan belajar jark jauh. Aplikasi tersebut antara lain :
1.2.1 E-Commerce
Electronic Commerce atau perdagangan secara elektronik adalah prdaganga yang dilakukan dengan memanfaatkan jaringa telekomunikasi , terutama internet. Yang memungkinkan orang atau organisasi
yang berada pada jarak jauh dapat saling berkomunikasi dg biaya murah.
Bentuk perdagangan secara elektronik antara lain pembelian dan penyediaan barang, took online dsb.
Perdagangan secara elektronik memberikan keuntungan, baik kepada perusahaan, mupun konsumen. Keuntungan bagi perusahaan antara lain sebagai berikut :
1. Memungkinkan perusahaan menjual produknya kepada banyak orang, perusahaan dapat mejang
kau pasar lebih luas. Misalnya took di Amerika dapat menjual produknya kepada orang Jepang.
2. Perusahaan tidak perlu membuka banyak cabang distribusi.
3. Biaya yang dikeluarkan perusahaan dapat dikurangi, karena tidak perlu menyediakan toko besar dan pegawai banyak.
4. Harga barang lebih rendah(murah) akibatnya lebihbanyak konsumen yg dapat menjangkau harga barang tersebut. Barang lebih banyak yang laku.
5. Barang yang dijual lebih murah meningkatkan daya saing perusahaan.
Keuntungan bagi perusahaan antara lain sebagai berikut :
1. Konsumen tidak perlu mendatangai took untikmendaprtkan barang, cukupo memesan barng melalui
Internet, barang akan diantar.
2. Konsumen dapat menghemat waktu dan biaya transportasi berbelanja.
3. Konsumen banyak mempunyai pilihan, karena dapat membandingkan semua produk yang ada di
internet.
4. Konsumen dapat membeli barang yang terdapat di Negara lain, yang didalam negeri mungkin belum tersedia.
5. Harga barang yang di beli menjadi lebih rendah.
Diposting oleh Oemar Bakrie di 02.10 0 komentar
Label: amjo
Jumat, 17 Juli 2009
Belajar Yuuuk!
Dewi, cewek yang duduk di kelas tiga di sebuah SMA negeri di Bandung sibuk ngebolak-balik halaman buku persiapan ujiannya. Sesekali, jari-jarinya lincah mencet-mencet keypad handphone-nya. Ups, bukan untuk SMS-an sama cowok barunya, melainkan ngitung pake fitur kalkulator. Beberapa saat kemudian, tangan kirinya beralih ke arah setoples biskuit yang sudah tinggal setengahnya. Soal-soal fisika yang dari tadi bikin njelimet ternyata enggak menyurutkan semangatnya untuk belajar. Apalagi, saat matanya lelah memandangi soal-soal yang jumlahnya puluhan, dia tinggal mengarahkan pandangannya ke arah televisi. Di situ, tampak dua orang presenter cewek-cowok yang asyik bawain acara gosip. "Ah, koq bokapnya dia ngomong gitu ya? Aneh banget!" ujarnya mengomentari gosip vokalis band yang sedang naik daun dengan sang pacar.
Hmm, selingan yang cukup bikin otak kembali segar. Makanya, enggak lama kemudian, Dewi pun kembali berkutat dengan rumus-rumus, plus handphone-nya. Gambaran di atas bukan cerita rekayasa belia lho. Tapi beneran kejadian sama adik belia yang bentar lagi mau ikutan ujian akhir sekolah dan ujian akhir nasional. Kerjaannya tiap hari hampir seperti itu. Buka-buka buku persiapan ujian, berlatih ngerjain soal-soal--biar saatnya tiba, enggak kaget dengan jumlah soal yang seabrek. Sore harinya, pergi les or bimbel barengan temen-temennya.Waduuh, emang ujian itu saat-saat yang paling tidak menyenangkan. Kecuali kalau Belia emang punya hobi aneh--sangat senang dengan ujian! Haha, tapi kalau enggak ada ujian, Belia bakal kayak Unyil or Nobita yang enggak pernah naik-naik kelas, atau beranjak ke SMP. Biar ngerasa ditemenin pas saat ujian, nih, belia kasih buat kamu-kamu yang mau ujian, tips-tips belajar yang bakal bikin kamu semangat ngadepin ujian yang udah di depan mata. Siap? Yuk!Belia yang duduk di kelas tiga emang baru minggu kemarin ngadepin ujian akhir sekolah. Sekarang sih, tinggal nyusun strategi baru biar lebih sip di ujian akhir nasional. Kalau di sekolah Belia udah bosan sama pemantapan yang dikasih oleh bapak dan ibu guru. Well, saran belia sih, jangan dulu bosan lah. Pemantapan alias tambahan pelajaran yang mereka berikan itu berguna banget, lho. Kerasa banget pas zaman belia sekolah dulu. Hal yang belia rasakan ternyata dialami juga oleh Nurlaila, cewek yang berasal dari SMAN 1 Bandung. "Sekolah aku ngasih pemantapan dari bulan Januari. Pemantapannya pagi-pagi banget. Dari pukul enam. Aku sih dateng. Itung-itung persiapan kita buat ujian, ada sekira empat bulan yah. Kalau yang efektif, kitanya sendiri cuman dua minggu," ucapnya kepada belia.Sayangnya, beberapa orang malah enggak ngerasain manfaat dari pemantapan. "Pemantapan sih jalan terus. Tapinya aku enggak mantap-mantap. Males, kali ya?" ujar Deyz yang juga sekolah di SMAN 1 Bandung ini setengah bertanya. Iih, sifat kayak yang dipunyai Deyz ini yang kudu buru-buru diberantas. Kalau enggak, wuihh, pastinya kebayang nilai-nilai yang bakal diterima entar.Nah, biar enggak dapet nilai yang jelek, sebelum belajar Belia harus punya target. Soal ujian kemarin yang enggak bisa dikerjain--lupain dulu untuk sementara. Sekarang waktunya untuk liat ke depan! Kalau udah nemu target apa yang ingin Belia capai, next stepnya adalah Belia mesti bikin jadwal yang belajar yang kudu dipatuhi. Hehe, biasanya sih, jadwal belajar udah tersusun, tapi kitanya yang enggak disiplin. Kudunya belajar, eh, malah asyik baca novel...Kalau udah tau targetnya apa, Belia tinggal memfokuskan diri untuk ngadepin tantangan selama si target tadi dikejar. Kayak tips yang belia temukan di salah satu situs di internet yang memuat beberapa tips belajar dari pelajar di beberapa negara dunia. Seorang pelajar dari Amrik bilang kalau belajar di rumah bisa banget bikin dia inget apa yang udah dikasih gurunya di sekolah tadi. Begitu waktu belajar tiba, hal pertama yang dilakukannya adalah bikin review pelajaran apa yang udah didapatnya tadi. Setelah mereview, langkah berikutnya adalah baca dengan singkat--nggak perlu terlalu serius--lalu dibikin kesimpulannya. Dengan cara seperti itu, besoknya udah punya gambaran, tinggal nambahin aja yang belum kamu tahu.Yang kedua, kamu mesti konsentrasi penuh waktu mendengarkan pelajaran di sekolah. Materi yang kamu dengar bakal mudah dipanggil lagi begitu kamu menghapal ulang pelajaran. Gampang emang, nyuruh orang konsentrasi. Kalau pelajarannya bikin boring dan cara ngajar guru bikin Belia tambah ngantuk, sulit banget buat konsentrasi. Guru kimia belia dulu pas di SMA sih bilang kalau pengen ngilangin ngantuk gampang. "Ambil peniti, jepit mata kamu pake peniti. Atau ganjel pake tusuk gigi!" katanya kejam. Haha, enggak mungkin dong ya! Paling mungkin sih keluar bentar, cuci muka, ngaca, baca SMS dari pacar or gebetan yang bikin seneng, voila! Ngantuknya dijamin ilang...Third, Belia yang demen nulis-nulis or ngetik-ngetik di depan komputer, bisa pake tips ini. Kalau di kelas enggak sempet nyatet, dan kepaksa minjem catetan ke temen sebangku Belia, jangan sekali-kali ngambil jalan pintas untuk memfotokopi catetan tersebut. Justru, kalau Belia dapet kesempatan untuk minjem catetan, mending dicatet ulang aja catetan temen Belia tadi. Males nulis? Gampang, dengan kecanggihan komputer, yang harus Belia lakukan adalah mengetik catetan tadi di kompinya Belia. Masih males juga? Ambil scanner, dan cess! Scan aja semua bagian-bagian pentingnya. Eh, itu sih sama aja dengan fotokopi. The best way-nya adalah mencatat ulang. Logikanya, dengan mengetik ulang catatan berarti sama saja dengan membaca ulang pelajaran yang baru saja kamu dapat dari sekolah. Materi yang diulang tadi bisa tersimpan di memori otak buat jangka waktu yang lama. Lebih bagus lagi kalo kamu mau membaca kembali atau mempelajari catatan tersebut setelah diketik. Susah lupanya!Cara lainnya adalah, mencatat ulang dengan gaya bahasa or kata-kata yang gampang banget kamu inget. Disingkat-singkat seperti bahasa di SMS oks juga. Asal, enggak bingung aja pas baca ulang. Nah, supaya semua rumus or hafalan tadi nempelnya lama di otak, Belia bisa bikin sekreatif mungkin si catatan tadi. Misalnya nih, ditulisnya enggak di buku tulis biasa, tapi di selembar kertas lipat warna atau di atas kertas kecil seukuran kartu nama. Kayak gini, efektif banget buat dibaca ulang pas lagi waktu senggang. Ahem, asal enggak dipakai untuk contekan aja ya!Belajar dikelilingi sesuatu yang menyenangkan juga membantu otak Belia untuk menyerap pelajaran lho. Misalnya, sambil dengerin musik. Pilih musik yang enggak terlalu kenceng. Kalau Belia milih musik klasik malah bagus. Musik tipe ini cocok banget buat menemani kamu selama mengerjakan tugas yang jawabannya sudah pasti, kayak matematika, ilmu alam atau bahasa asing.Gimana? Masih enggak cocok juga dengan tips tadi? Mungkin Belia adalah tipe orang yang senang belajar kelompok, seperti temen-temen dari SMAN 1. "Kalau nanya sama guru atau orang lain kan pasti ada rasa canggung. Apalagi kalau kitanya enggak ngerti-ngerti juga. Malu kan? Nah, kalau sama temen sih santei aja. Mau nanya berapa kali juga karena kita lemot, santei. Dan justru lebih ngerti, karena dia kan neranginnya lebih ke temen bukan yang ngeguruin gitu," beber Annisa panjang lebar.Bukan tipe belajarnya Belia juga? Wah, kalau begitu tampaknya Belia termasuk tipe orang yang suka belajar pake sistem kebut semalem. Untuk orang-orang yang seperti ini, kudu punya ketahanan tubuh yang berlebih. Gimana enggak, di saat waktunya untuk istirahat alias tidur, ini masih berkutat dengan catatan dengan segala rumusan di dalemnya. Besok mesti bangun pagi, dan otak pun dipakai untuk mengerjakan soal-soal. Makanya, seminggu sebelumnya mendingan rajin-rajin olah raga, biar pas ujian tiba, stamina tubuh Belia prima.Beberapa orang pelajar di Australia malah lebih suka belajar di siang hari. Maklum, badan masih segar setelah tidur cukup di malam hari, jadi semangat masih tinggi. Kondisi yang bagus tersebut tidak mereka sia-siakan begitu saja. Pagi mereka konsentrasi penuh pada pelajaran di kelas dan siangnya konsentrasi untuk mengulang kembali. Malam hari hanya mereka gunakan untuk mengerjakan aktifitas ringan atau pekerjaan rumah. Jadi tidak pernah ada kata begadang. Boleh juga tuh! Nah, Belia mau pake tips yang mana? Apapun pilihan Belia, kami seluruh kru belia mau ngucapin: Selamat belajar, mudah-mudahan semuanya lulus dengan nilai bagus! ***
Musawwadah Mochtar, Anak Pedagang Siomay ke Kejuaraan Fisika Tingkat Asia Dan InternasionalAnak pedagang siomay dari Kampung Kebon Duaratus, Kelurahan Kamal, Kalideres, akan mewakili Indonesia ke kejuaraan fisika tingkat Asia dan internasional.Musawwadah Mochtar, 17, siswa kelas III SMAN 78 Kemanggisan sebelum meninggalkan Tanah Air, diantar rombongan dipimpin Kasudin Dikmenti Jakbar Abdul Hamid pamitan kepada Walikota Fadjar Panjaitan, Rabu (28/3).Saat ini, putera pertama pasangan Musa dan Dewi Agustina sedang persiapan menuju ke Shanghai, China untuk memperebutkan Piala Honorable Mention Olimpiade Fisika Asia, 20 - 30 April. Sedangkan Juli bersama empat putra terbaik Indonesia ikut Olimpiade Fisika Dunia di Teheran, Iran.Saat pamitan kepada Walikota Fadjar di kantornya, Jalan Raya Kembangan, terungkap bahwa alumni SMPN 45 Cengkareng berasal dari keluarga sangat sederhana. “Ayahnya karyawan swasta di bidang farmasi, sedangkan ibunya di rumah berdagang siomay. Tapi anaknya memiliki prestasi luar biasa,” ujar Abdul Hamid didampingi staf Humas Dikmenti, Imbang Santosa.Kepsek SMAN 78, Jumadi menambahkan Mochtar merupakan satu-satunya pelajar SMA di Jakarta yang mewakili Indonesia di kejuaraan fisika tingkat dunia. “Selama belajar di SMAN 78, dia pernah bermasalah dengan Komite Sekolah karena beberapa bulan tak membayar uang komite (dulu SPP-red), tapi kami upayakan agar anak ini dibebaskan dari biaya sampai lulus SMA,” papar Jumadi sambil menambahkan sejak 1993 Indonesia mengikuti Olimpiade Fisika, sekolahnya sudah mengirimkan enam siswa ke ajang lomba tersebut. Semuanya kini di luar negeri karena mendapatkan fasilitas pendidikan dan pekerjaan yang lebih memadai.
MOHON DOA RESTUMochtar yang berpenampilan sangat sederhana mohon doa restu kepada Walikota dan menyampaikan terima kasih atas pemberian uang saku untuk ke Shanghai sebesar 1.000 dolar AS. “Uang saku ini setara dengan tiga bulan gaji saya sebagai Walikota. Jadi, agar dimanfaatkan dengan baik. Mudah-mudahan, Mochtar dapat meraih medali emas sehingga mengharumkan nama bangsa Indonesia,” harap Pak Wali sesuai menyerahkan uang pecahan 100 dolar AS sebanyak sepuluh lembar.Saat ditanya apa menu makanan sehari-hari sehingga otak Mochtar bisa menjadi sangat cerdas, dia menjawab makanannya biasa saja. Lauk apa adanya di rumah, namun dia memang sering makan siomay yang terbuat dari ikan. Adapun prestasi Mochtar selama belajar di sekolah unggulan tingkat nasional tersebut, nilai mata pelajaran fisika selalu di atas 9.Tahun 2005 dia meraih medali emas bidang fisika dalam OSN di Jakarta, sedangkan 2006 mengikuti Olimpiade Fisika Tingkat Asia di Kazaktan, dan tahun ini akan lomba di Shanghai serta lanjut ke tingkat dunia di Iran mulai 1 Juli, bertepatan dengan ulang tahunnya ke-18.Sumber: Harian Poskota
Diposting oleh Oemar Bakrie di 02.00 0 komentar
Label: amjo
Penemuan Penting Mengenai Perkembangan Otak
Dunia Orang tua & Anak
Ketika penelitian-penelitian otak terkini disimpulkan, yang muncul adalah temuan-temuan sederhana dan mudah dipahami. Sebagian besar kesimpulan itu memperkuat apa yang telah kita ketahui secara intuitif. Berikut ini adalah daftar temuan yang paling relevan :
*Perkembangan otak bergantung pada hubungan timbal-balik yang kompleks antara gen-gen dan lingkungan. Tak ada lagi perdebatan mengenai apakah pembelajaran kita lebih bergantung pada sifat dasar kita (nature) ataukah pengasuhan(nurture). Jelaslah dari penelitian bahwa alam mengembangkan dasar bagi suatu sistem sirkuit otak yang kompleks. Namun, bagaimana sirkuit itu dihubungkan bergantung pada kekuatan-kekuatan eksternal seperti gizi, lingkungan dan rangsangan. *Pengalaman-pengalaman awal berperan besar pada struktur dan kapasitas otak. Kualitas, kuantitas, dan konsistensi rangsangan akan sangat menentukan jumlah sinapsis otak yang terbentuk dan bagaimana sambungan-sambungan itu berfungsi. Hal ini berlaku baik bagi perkembangan kognitif maupun emosional, dan efeknya terasa seumur hidup. *Interaksi-interaksi awal, bagaimana kita memahami suatu hal dan memberikan tanggapan, mempengaruhi bagaimana otak dihubungkan secara langsung. Anak-anak belajar dalam konteks hubungan-hubungan penting. Sambungan-sambungan sel otak terbentuk ketika anak yang sedang tumbuh memperoleh pengalaman dari lingkungan sekitarnya dan membangun ikatan dengan orang tua, anggota keluarga, dan pengasuh. Pengasuhan yang hangat dan reponsif tampaknya memiliki fungsi biologis yang mprotektif, membantu anak mengatasi stres sehari-hari, dan mempersiapkan anak menghadapi efek buruk dari stres sehari-hari, dan traum di kemudian hari. Pengasuhan yang tak responsif tidak adanya pengasuhan, penyalahgunaan obat, dan trauma dapat memberikan efek buru bagi kondisi emosional anak. *Perkembangan otak tidaklah linear. Pembelajaran berlanjut sepanjang siklus hidup. Namun, ada jendela-jendela kesempatan saat otak amat efisien untuk tipe-tipe pembelajaran tertentu. Masa-masa kritis tertentu bersifat kondusif terhadap keahlian-keahlian spesifik yang sedang berkembang.Contohnya : anak-anak paling reseptif terhadap pembelajaran bahasa asing mulai dari saat lahir hingga spuluh tahuh. Anak-anak amat cocok belajar musik pada usia antara tiga dan sepuluh tahun. Perkembangan otak bukanlah proses selangkah-demi-selangkah, melainkan lebih mirip spiral dengan gelombang-gelombang atau jendela-jendela kesempatan.*Jendela kesempatan sulit dibuktikan karena berbagai penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang sedikit berbeda-beda. Jendela-jendela dalam tabel ini didasarkan pada data yang paling sering dikutip.*Secara biologis, anak-anak telah dipersiapkan untuk belajar. Otak anak berusia 3 tahun lebih aktif dua setengah kali darpada orang dewasa. Otak anak-anak memiliki lebih banyak sinapsis dan kerapatan sinapsisnya tetap tinggi sepanjang sepuluh tahun pertama kehidupan.Disarikan dari buku Start Smart/Penerbit Erlangga
Diposting oleh Oemar Bakrie di 01.59 0 komentar
10 Tips Menghadapi Ujian
Tidak terasa waktu begitu cepat bergulir, dan sebentar lagi ujian sudah di depan mata. Yach...Ujian Akhir Nasional memang sebuah pertarungan yang menentukan masa depan pendidikan kita semua. Bukan rahasia umum lagi ujian yang satu ini sangat menyita waktu kita dalam mempersiapkan seluruh materi yang nantinya diujikan.
Persiapan untuk menghadapi ujian itu hal yang paling penting untuk menentukan kesiapan dalam mengerjakan semua soal yang ada. Tetapi bagaimana kelanjutannya, maksudnya proses pengerjaan pada saat ujian . Nah,... berikut ini ada 10 tips yang sangat membantu kamu dalam mengerjakan ujian tersebut.
Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.
Tenang dan percaya diri.
Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.
Bersantailah tapi waspada.
Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.
Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.
Jawab soal-soal ujian secara strategis.
Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya kamu kerjakan adalah:
soal paling sulit
yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya
memiliki nilai terkecil
Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.
Mula-mulai, abaikan jawaban yang kamu tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan.
Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak kamu diskusikan dulu.
Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.
Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.
Analisa hasil ujianmu.
Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir. Sumber dari www.studygs.net/indon/tsttak1.htm
Diposting oleh Oemar Bakrie di 01.52 0 komentar
Prinsip-prinsip dalam E-learning Menyangkut Elemen Media yang Dipilih
Karena kegiatan e-learning murni mengandalkan komunikasi via internet sebagai moda komunikasi utamanya, maka bagaimana suatu materi pembelajaran disampaikan dan ditampilkan melalui internet menjadi sangat berperan terhadap keberhasilan program e-learning. Makalah ini akan menguraikan prinsip-prinsip yang berlaku di dalam e-learning berkaitan dengan elemen media yang akan digunakan di dalamnya.Dalam E-learning Framework yang dikembangkan oleh Sun Microsystem (Sun Microsystem, 2003), e-learning didefinisikan sebagai kemampuan untuk menggunakan internet, jaringan komputer, dan teknologi elektronika yang lainnya untuk memfasilitasi, mengukur, dan mengelola kegiatan belajar. Hal yang menarik dari e-learning adalah kemampuannya secara teori untuk mengurangi (atau bahkan menghilangkan sama sekali) dua pembatas terbesar dalam pengembangan dan pembelajaran yang berkelanjutan bagi para pembelajar, yaitu waktu dan biaya.Sebuah perusahaan misalnya, tentu mengharapkan para pekerjanya dapat terus belajar dalam rangka meningkatkan kompetensi para pekerja. Namun, kendala yang dihadapi adalah masalah waktu pekerja (jika menempuh pendidikan tradisional yang waktu belajarnya sama dengan waktu efektif untuk bekerja, pekerja akan menjadi tidak produktif bagi perusahaan) dan biaya. Bagi sebuah perusahaan, harapan yang menyertai program e-learning di suatu perusahaan adalah bahwa tiap karyawan dapat meningkatkan keterampilan baru untuk meningkatkan kinerjanya “hanya dengan menggunakan komputer”, istilah lain dari belajar melalui e-learning(Schank, 2002)Ruth Clark (Clark, 2002) menuliskan enam prinsip yang harus diperhatikan berkaitan dengan elemen media yang digunakan supaya sebuah program e-learning berlangsung efektif. Keenam prinsip menyangkut elemen media dalam e-learning yang disebutkan Clark berikut merupakan dasar-dasar bagaimana mengembangkan media dalam e-learning. Pengembangan media yang dimaksud di sini menyangkut kombinasi teks, grafik, dan suara untuk menyampaikan materi pembelajaran. Keenam prinsip tersebut adalah:
Prinsip Multimedia: menambahkan grafik ke dalam teks meningkatkan kegiatan belajar. Yang dimaksud dengan grafik di sini adalah gambar diam (garis, sketsa, diagram, foto) dan gambar bergerak (animasi dan video). Grafik yang ditambahkan ke dalam teks sebaiknya yang selaras dengan pesan yang disampaikan dalam teks. Grafik yang ditambahkan untuk hiburan (entertainment) dan kesan dramatis tidak saja tidak meningkatkan kegiatan belajar, tetapi justru dapat menurunkan kegiatan belajar.
Prinsip Contiguity (kedekatan): menempatkan teks di dekat grafik meningkatkan kegiatan belajar. Contiguity merujuk pada susunan teks dan grafik pada layar. Seringkali dalam suatu materi e-learning, grafik diletakkan pada bagian atas atau bawah teks sehingga teks dan grafik tidak bisa dilihat dalam satu layar, atau teks dan grafik tidak dapat dilihat secara bersamaan. Ini merupakan pelanggaran yang umum terjadi terhadap prinsip contiguity, yang menyatakan sebaiknya grafik dan teks yang bersesuaian diletakkan berdekatan.
Prinsip Modality: menjelaskan grafik dengan suara meningkatkan kegiatan belajar. Prinsip ini terutama berlaku untuk animasi atau visualisasi kompleks dalam suatu topik yang relatif kompleks dan belum dikenal oleh pembelajar.
Prinsip Redundancy (kelebihan): menjelaskan grafik dengan suara dan teks yang berlebihan dapat merusak kegiatan belajar. Banyak program e-learning yang menyajikan kata-kata dalam teks dan suara yang membaca teks. Banyak hasil riset yang mengindikasikan bahwa kegiatan belajar terganggu ketika sebuah grafik dijelaskan melalui kombinasi teks dan narasi yang membaca teks.
Prinsip coherence (kesesuaian): menggunakan visualisasi, teks, dan suara yang tidak berhubungan (sembarangan) dapat merusak kegiatan belajar. Dalam banyak website e-learning sering ditemukan penambahan-penambahan yang tidak perlu, misalnya penambahan games, musik latar, dan ikon-ikon tokoh kartun terkenal. Penambahan-penambahan ini, selain tidak meningkatkan kegiatan belajar, juga dapat merusak kegiatan belajar itu sendiri.
Prinsip personalisasi: menggunakan bentuk percakapan dan gaya-gaya pedagogis dapat meningkatkan kegiatan belajar. Sejumlah penelitian yang dirangkum oleh Byron Reeves dan Clifford Nass dalam bukunya, The Media Equation, menunjukkan bahwa seseorang memberikan respon terhadap komputer seperti ketika ia memberi respon kepada orang lain.
Proses pemilihan media untuk pembelajaran jarak jauh (termasuk di dalamnya adalah e-learning), dalam banyak kasus, menyerupai dengan pemilihan media untuk pembelajaran dengan sistem tatap muka atau pembelajaran tradisional. Penyampaian materi pembelajaran melalui media online menawarkan kemudahan akses bagi pembelajar. Pemilihan media untuk e-learning dimulai dengan melihat tujuan kegiatan belajar, yaitu apakah tujuan kegiatan belajar dapat dicapai melalui kegiatan mendengarkan, melihat, atau melalui interaksi media. Dengan demikian, tujuan kegiatan belajar akan menentukan media yang digunakan, baik berdiri sendiri-sendiri atau pun merupakan gabungan dari berbagai media (Ely, 2003).
Diposting oleh Oemar Bakrie di 01.50 0 komentar
Keterampilan Berpikir
Menggunakan Keterampilan Berpikir untuk Meningkatkan Mutu PembelajaranOleh: Joko SutrisnoPendapat umum menyatakan bahwa keterampilan berpikir yang efektif merupakan suatu karakteristik yang dianggap penting oleh sekolah pada setiap jenjangnya, meskipun keterampilan berpikir seperti ini jarang diajarkan oleh guru di kelas. Mengajarkan keterampilan berpikir secara eksplisit dan memadukannya dengan materi pembelajaran (kurikulum) dapat membantu para siswa untuk menjadi pemikir yang kritis dan kreatif secara efektif. Artikel ini mencoba menjabarkan definisi keterampilan berpikir, menjelaskan bagaimana seharusnya keterampilan berpikir tersebut diajarkan di sekolah, dan menunjukkan bagaimana keterampilan berpikir tersebut diterapkan pada pembelajaran di sekolah.
Definisi Keterampilan BerpikirKeterampilan berpikir dapat didefinisikan sebagai proses kognitif yang dipecah-pecah ke dalam langkah-langkah nyata yang kemudian digunakan sebagai pedoman berpikir. Satu contoh keterampilan berpikir adalah menarik kesimpulan (inferring), yang didefinisikan sebagai kemampuan untuk menghubungkan berbagai petunjuk (clue) dan fakta atau informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki untuk membuat suatu prediksi hasil akhir yang terumuskan. Untuk mengajarkan keterampilan berpikir menarik kesimpulan tersebut, pertama-tama proses kognitif inferring harus dipecah ke dalam langkah-langkah sebagai berikut: (a) mengidentifikasi pertanyaan atau fokus kesimpulan yang akan dibuat, (b) mengidentifikasi fakta yang diketahui, (c) mengidentifikasi pengetahuan yang relevan yang telah diketahui sebelumnya, dan (d) membuat perumusan prediksi hasil akhir.Terdapat tiga istilah yang berkaitan dengan keterampilan berpikir, yang sebenarnya cukup berbeda; yaitu berpikir tingkat tinggi (high level thinking), berpikir kompleks (complex thinking), dan berpikir kritis (critical thinking). Berpikir tingkat tinggi adalah operasi kognitif yang banyak dibutuhkan pada proses-proses berpikir yang terjadi dalam short-term memory. Jika dikaitkan dengan taksonomi Bloom, berpikir tingkat tinggi meliputi evaluasi, sintesis, dan analisis. Berpikir kompleks adalah proses kognitif yang melibatkan banyak tahapan atau bagian-bagian. Berpikir kritis merupakan salah satu jenis berpikir yang konvergen, yaitu menuju ke satu titik. Lawan dari berpikir kritis adalah berpikir kreatif, yaitu jenis berpikir divergen, yang bersifat menyebar dari suatu titik.Dalam makalahnya Andrew P. Jhonson (The Educational Resources Information Center (ERIC), 2002) memberikan contoh 10 keterampilan berpikir kritis dan 8 keterampilan berpikir kreatif beserta kerangka berpikirnya. Yang dimaksud dengan kerangka berpikir adalah suatu representasi dari proses kognitif tertentu yang dipecah ke dalam langkah-langkah spesifik dan digunakan untuk mendukung proses berpikir. Kerangka berpikir tersebut digunakan sebagai petunjuk berpikir bagi siswa ketika mereka mempelajari suatu keterampilan berpikir. Dalam praktiknya, kerangka berpikir tersebut dapat dibuat dalam bentuk poster yang ditempatkan di dalam ruang kelas untuk membantu proses belajar mengajar.Mengajarkan Keterampilan BerpikirJika pengajaran keterampilan berpikir kepada siswa belum sampai pada tahap siswa dapat mengerti dan belajar menggunakannya, maka keterampilan berpikir tidak akan banyak bermanfaat. Pembelajaran yang efektif dari suatu keterampilan memiliki empat komponen, yaitu: identifikasi komponen-komponen prosedural, instruksi dan pemodelan langsung, latihan terbimbing, dan latihan bebas.Pada dasarnya pembelajaran keterampilan berpikir dapat dengan mudah dilakukan. Sayangnya, kondisi pembelajaran yang ada di kebanyakan sekolah di Indonesia belum begitu mendukung untuk terlaksananya pembelajaran ketrampilan berpikir yang efektif. Beberapa kendalanya antara lain pembelajaran di sekolah masih terfokus pada guru, belum student centered; dan fokus pendidikan di sekolah lebih pada yang bersifat menghafal/pengetahuan faktual. Keterampilan berpikir sebenarnya merupakan suatu keterampilan yang dapat dipelajari dan diajarkan, baik di sekolah maupun melalui belajar mandiri. Yang perlu diperhatikan dalam pengajaran keterampilan berpikir ini adalah bahwa keterampilan tersebut harus dilakukan melalui latihan yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak. Tahapan tersebut adalah:1. Identifikasi komponen-komponen proseduralSiswa diperkenalkan pada keterampilan dan langkah-langkah khusus yang diperlukan dalam keterampilan tersebut. Ketika mengajarkan keterampilan berpikir, siswa diperkenalkan pada kerangka berpikir yang digunakan untuk menuntun pemikiran siswa.2. Instruksi dan pemodelan langsungSelanjutnya, guru memberikan instruksi dan pemodelan secara eksplisit, misalnya tentang kapan keterampilan tersebut dapat digunakan. Instruksi dan pemodelan ini dimaksudkan supaya siswa memiliki gambaran singkat tentang keterampilan yang sedang dipelajari, sehingga instruksi dan pemodelan ini harus relatif ringkas.3. Latihan terbimbingLatihan terbimbing seringkali dianggap sebagai instruksi bertingkat seperti sebuah tangga. Tujuan dari latihan terbimbing adalah memberikan bantuan kepada anak agar nantinya bisa menggunakan keterampilan tersebut secara mandiri. Dalam tahapan ini guru memegang kendali atas kelas dan melakukan pengulangan-pengulangan.4. Latihan bebasGuru mendesain aktivitas sedemikian rupa sehingga siswa dapat melatih keterampilannya secara mandiri, misalnya berupa pekerjaan rumah. Jika ketiga langkah pertama telah diajarkan secara efektif, maka diharapkan siswa akan mampu menyelesaikan tugas atau aktivitas ini 95% - 100%. Latihan mandiri tidak berarti sesuatu yang menantang, melainkan sesuatu yang dapat melatih keterampilan yang telah diajarkan.Bagaimana dengan Di Indonesia?Jika kita kembalikan kepada dunia pendidikan di Indonesia, yang menjadi masalah adalah bagaimana cara mengajarkan keterampilan berpikir tersebut di sekolah sehingga ia bisa menjadi sesuatu yang dapat memperbaiki belajar siswa. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk melakukan hal ini, yaitu keterampilan berpikir dijadikan terpadu dengan bidang studi yang diajarkan atau keterampilan berpikir diajarkan secara terpisah. Di beberapa wilayah di Jerman, sekolah mengajarkan pelajaran Logika kepada para siswanya.Di Indonesia, pengajaran keterampilan berpikir memiliki beberapa kendala. Salah satunya adalah terlalu dominannya peran guru di sekolah sebagai penyebar ilmu atau sumber ilmu, sehingga siswa hanya dianggap sebagai sebuah wadah yang akan diisi dengan ilmu oleh guru. Kendala lain yang sebenarnya sudah cukup klasik namun memang sulit dipecahkan, adalah sistem penilaian prestasi siswa yang lebih banyak didasarkan melalui tes-tes yang sifatnya menguji kemampuan kognitif tingkat rendah. Siswa yang dicap sebagai siswa yang pintar atau sukses adalah siswa yang lulus ujian. Ini merupakan masalah lama yang sampai sekarang masih merupakan polemik yang cukup seru bagi dunia pendidikan di Indonesia. Kurikulum Berbasis Kompetensi yang sudah mulai diterapkan di Indonesia sebenarnya cukup kondusif bagi pengembangan pengajaran keterampilan berpikir, karena mensyaratkan siswa sebagai pusat belajar. Namun demikian, bentuk penilaian yang dilakukan terhadap kinerja siswa masih cenderung mengikuti pola lama, yaitu model soal-soal pilihan ganda yang lebih banyak memerlukan kemampuan siswa untuk menghafal.Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam pengajaran keterampilan berpikir di sekolah antara lain adalah sebagai berikut:- keterampilan berpikir tidak otomatis dimiliki siswa- keterampilan berpikir bukan merupakan hasil langsung dari pengajaran suatu bidang studi- pada kenyataannya siswa jarang melakukan transfer sendiri keterampilan berpikir ini, sehingga perlu adanya latihan terbimbing- pengajaran keterampilan berpikir memerlukan model pembelajaran yang berpusat kepada siswa (student-centered). Selain beberapa prinsip di atas, satu hal yang tidak kalah pentingnya dalam pengajaran keterampilan berpikir adalah perlunya latihan-latihan yang intensif. Seperti halnya keterampilan yang lain, dalam keterampilan berpikir siswa perlu mengulang untuk melatihnya walaupun sebenarnya keterampilan ini sudah menjadi bagian dari cara berpikirnya. Latihan rutin yang dilakukan siswa akan berdampak pada efisiensi dan otomatisasi keterampilan berpikir yang telah dimiliki siswa. Dalam proses pembelajaran di kelas, guru harus selalu menambahkan keterampilan berpikir yang baru dan mengaplikasikannya dalam pelajaran lain sehingga jumlah atau macam keterampilan berpikir siswa bertambah banyak. KesimpulanBerpikir secara efektif merupakan suatu karakteristik yang bermanfaat dalam pembelajaran di sekolah pada tiap jenjangnya; meskipun bagaimana berpikir secara efektif ini jarang mendapatkan perhatian dari para guru. Riset menunjukkan bahwa meskipun keterampilan dasar siswa tetap konsisten atau sedikit mengalami kenaikan, tetapi siswa tidak memperoleh keterampilan strategi berpikir secara efektif di sekolah. Jika siswa mempelajari cara berpikir tingkat yang lebih tinggi dan kompleks, maka masuk akal bahwa instruksi keterampilan berpikir tersebut dapat dipakai sebagai alat yang potensial untuk meningkatkan pembelajaran di sekolah. Dengan kata lain, jika kita ingin siswa menjadi pemikir yang handal, kita harus mengajarkan caranya.
Diposting oleh Oemar Bakrie di 01.19 0 komentar
Label: amjo
Buku Referensi TIK
Diposting oleh Oemar Bakrie di 00.36 0 komentar
Label: Jelang Ramadhan
Kamis, 02 Juli 2009
Materi Pembelajaran
Kelas VII Semester I
Berbagai Peralatan TIK
Disusun Oleh Henry Pandia, ST.MT.
1.1 Peralatan Telekomunikasi
J Mengidentifikasi berbagai alat telekomunikasi
MMengenalkarakteirstik dasar dan penggunaaan berbagai peralatan telekomunikasi
Telekomunikasi/Komunikasi jarak jauh > komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan peralatan dan system telekomunikasi yg mentranmisikan sinyal optik atau elektronikasi satu tempa ketempat lain yang salng berjauhan.
Pesan-pesan dalam telekomunikai dikirim dgn berbagai cara dan peralatan. Pesan yg dikirim dari satu pengirim ke satu penerima dikenal dgn istilah point to point (Komunikasi personal) contoh>percakapan melalui telepon atau pengiriman faksimile, atau satu pengirim ke banyak penerima dikenal dgn istilah point to multipoint (broadcast) contoh radio dan televisi.
1.1.1.Telegraf
Sistem telekomunikasi yg menggunakan peralatan listrik untuk mengirimkan dan menerima sinyal sesuai dengan kode dalam bentuk pulsa listrik.sinyal yang dikirimkan melalui kabel-kabel tembaga,yg merupakan kode-kode sederhana mewakili pesan yang ingin dikirimkan.Yg disebut kode morse sesuai dengan nama penemunya > Samuel FB Morse tahun 1837
Kode morse> sebuah sistem pengiriman pesan yg menggunakan kombinasi suara panjang dan pendek dalam berbagai ragam yang bervariasi untuk mengkodekan huruf,bilangan dan karakter lain.suara pendek>dit ,panjang>dah, dit-dit dgn titik-titik dah –dah >garis panjang.
Di Indonesia layanan ini sampai akhir tahun 1990-an.Layanan ini sudah ditinggalkan makin berkembangnya alat komunikasi yang kebih modern Mis: telpon,facsimile,SMS, email, dan komunikasi lainnya banyak digunakan mengirimkan info jauh lebih cepat.Pesan-pesan dikirm dari sebuah komputer ke komputer lainnya dlm jarak yg sangat jauh melalui serat optic, gelombang radio, satelit dan peralatan tranmiisi yang lain. Morse tetap digunakan didunia pelayaran,Militer, dan sebagainya pada situasi darurat untuk menerima bantuan.
1.1.2.Telepon
Peralatan yang mengubah suara menjadi energi lisrtrik dan mengirimkannya melalui kabel jaringan telepon.pada sipenerima, energi listrik diubah kembali menjadi suara.dari bahasa Yunani tele >jauh dan phone> suara.dalam hitugan detik dapat menghubungi orang lain diseberang jalan,kota,Negara lain dengan menggunakan telepon. Bagian telepon 1.Mekanisme dialing,2.Transmitter,3.ringer,4.receiver
Mekanisme Dialing
1.Mekanisme Dialing
Memungkinkan sipenelepon memasukkan nomor telepon yang ingin dipanggil. Kebanyakan telepon terdiiri dari Keypad yang berjumlah 12 tombol dari 0 s.d.9, tombol bintang (*),dan tanda pagar (#).
2.Transmitter
Disebut juga pemancar(microfon) mengubah suara jadi arus listrik yang kemudian dikirim lebih jauh melalui kabel telepon.Pemancar ada dua jenis, pemancar lisrik(electric transmitter) dan pemancar karbon(carbon ansmitter)
3.Ringer
Berfungsi untuk memberikan sinyal adanya telepon masuk, mula-mula terbuat dari lonceng kecil. Saat ini peralatan elektronik menggantikan lonceng.Sebuah chip komputer ditempatkan membuat sinyal bunyi (ringtone) atau sebuah lagu (MP3)
4.Receiver
Penerima berfungsi mengubah arus listrik jadi suara.Ditempatkann pad bagian telinga digagang telepon, sinyal lisrik dari sipengirim diterjemahkan menjadi suara oleh sipenerima.
1.1.3.Faksimile (Faks)
Dari kata facsimile artinya menyalin sama persis dengan aslinya.merupakan peralatan telekomunikasi untuk mengirimkan tulisan dan gambar melalui kabel telepon.
Menyalin dan mengirimkan doc kenomor faks yang dituju, memungkinkan mengirimkan doc bisnis dan doc cetak lainnya ketempat yang lebih jauh dalam hitungan detik.Pengirim dan penerima harus memiliki mesin faks.Saat ni mesin faks dilengkapi dengan banyak fungsi (multi fungsi),al: memindai, foto dokumen, mengirimkan ke komputer pribadi, dan juga untuk mencetak dari komputer,d an juga dilengkapi Fitur telepon dan mesin penjawab.beberapa faks dapat dihubungkan dengan komputer yang memungkinkan pengirim dan penerima faks langsung menerima tanpa harus mencetaknya dahulu.
1.1.4. Televisi
Sistem komunikasi yang mengirim dan menerima gambar dan suara dengan mengirimkan sinyal-sinyal melalui kabel dan serat optik. Atau menggunakan gelombang elektromagnetik.Sinyal dipancarkan dari stasiun televisi, kemudian stasiun relai memancarkan kembali sinyal – sinyal agar bisa ditangkap oleh antena penerima rumah-rumah yg jauh dari stasiun.atau menggunakn perusahhan layanan televisi kabel
Atau dengan antena khusus.
Bentuk aslain dari televisi adalah CCTV (Close Circuit Television)digunakan untuk kalangan sendiri dan lingkungan tertentu.Banyak digunakan sebagai alat keamanan.yang digubungkan dengan kamera pengin
tai memantau daerah yang dijaga.
1.1.5. Radio
Alat komunikasi yang mengirimkan suara melalui udara dengan menggunakan gelombang elektromag
netik, juga digunakan mengirimkan suara jarak jauh.
Radio masih mempunyai pernan penting sebagai alat komunikasi dan penyebaran informasi .Musik, Berita, dan informai lain.
Awalnya radio digunakan aebagai alat komunikasi nirkabel dari kapal kekapal dan kapal ke pantai. Peran Radio pertama kali tahun 1909 saat kapal SS.repuplic bertambrakan di laut Atlantik, menggunakan radio untuk meminta bantuan.Kemudian radio digunakan lebih luas al: kapal, pesawat udara, polisi, militer bahkan astronaut diluar angkasa.
Radio tidak hanya sebagai alat alat komunikasi dua arah, tetapi juga alat komunikasi satu arah dengan tujuan komersial yang disebut pemancar radio ( radio broadcasting ).
Radio bekerja dengn cara mengrimkan sinyal suara yang ditumpangkan pada sinyal radio.sinyal suara tidak dapat dikirim langsung karena bukan gelombang elektromagnetik.Teknik ini dikenal dengan istilahmodulasi antara lain modulasi amplitudo (Amplitudo Modulation,AM), Modulasi frekwensi (Frequency Modulation, FM), dan modulasi fasa ( Phase Modulation ,PM).
Ada tiga komponen yang terdapat dalam sebuah pemancar radio, yaitu sumber suara, pemancar,antena.Beberapa keuntungan radio FM yaitu gelombang radio FM pada kisaran frekwensi 88 – 108 Mhz, yang relatif lebih aman dari gangguan cuaca buruk maupin gangguan lain yang tidak diharapkan dan menghasilkan suara dengan kualitas yang leih baik.Gelombang radio FM mempunyai panjang gelombang lebih pendek dari AM sehingga gangguan (noise) yang diakibatkan penurunan daya tidak berpengaruh.FM dapat menyatukan beberapa sinyal suara dalam sebuah harmonisasi sehingga menghasilkan suara stereo.Dengan cara ini dapat memberikan suara yang berkualitas pada pendengarnya.
1.1.6 Telepon Bergerak (mobilephone)
Yang biasa disebut juga handphone, telepon seluler (cellular phone) atau ponsel, merupakan salah satu alat komunikasi paling banyak digunakan saat ini. Kelebihannya adalah kemampuannya bergerak (mobile) dapat selalu berkomuniaksi dengan dunia luar dimanapun, kapanpun dan apapun aktifitas yang sedang kita lakukan.
Teknologi ini merupakan gabungan hasil penemuan Alexander Graham Bell (1876) dengan teknologi radio penemuan Guglielmo Marconi (1894).Jadilah telepon sinyal suara yang dilewatkan melalui gelombang radio.karena bersifat nirkabel (wireless).
Ponsel bekerja dengan cara menerima sinyal elektromagnetik yang diterima dari pemancar dengan fekwensi tertentu, disebut BTS ( Base Transciever Station ). Yang diletakkan ditempat tertentu dengan cara membagi sebuah daerah dalam sebuah irisan ( Cell ) berbentuk heksagonal. Jika kita bergerak dari satu daerah ke daerah lain,ponsel kita akan menerima sinyal dari satu BTS ke BTS lain sesuai dengan lokasi.
Ada dua teknologi teleponn bergerak yang umum digunak saat ini, yaitu GSM dan CDMA
GSM ( Global Sytem for Mobile Communications )
Bekerja dengan cara mengkompresi suara yang masuk kejaringan GSM ke dalam format digital sehingga mempunyai ukuran kecil.Yang beroperasi pada frekwensi 900 – 1800 MHz.Pengguna cukup diberi SIM Card ( Subsriber Identity Module ) untuk mendapatkan layanan dari operator. Menggunakan teknologi enkripsi (pengkodean) sebelum suara dikirimkan,sehingga keamanan pengguna terjamin.
CDMA ( Code division Multiple Access )
Bekerja denga cara memecah data suara yang masuk menjadi paket kecil dan masuk kesaluran frekwensi yang terpisah-pisah.kemudian dikirimkan setelah ditambahkan kode unik dan hanya dapat diterima oleh penerima dengan data yang sesuai.
Ponsel juga dilengkapi fitur-fitur lain,selain suara, SMS, MMS, Video streaming, saat ini berkembang teknologi 3G.layanan baru video call memungkinkan kita berbicara sambil melihat video lawan bicara kita.SMS > aplikasi layanan pengiriman pesan singkat, MMS > aplikasi layanan pesan multimedia.Cara kerja kedua aplikasi trsebut sama,perbedaaanya SMS > teks, MMS > berupa gambar, suara dan video.
Saat anda mengirimkan pesan, pesan yang kita kirim tak langsung ke ponsel yang dituju, terlebih dahulu ke SMS Center dari operator yang kita gunakan.Kemudian dikirim keponsel tujuan.Status pesan dapat diketahui apa berhasil terkirim keponsel tujuan atau tidak.Apabila ponsel tujuan menerima pesan yang kita kirimkan, akan mengirimkan pesan kembali ke SMS Center menyatakan pesan telah diterima.kemudian SMS Center mengirmkan kembali pesan pada kita sebagai pengirim.Jika pesan yang kita kirim tidak sampai keponsel tujuan akan disimpan diSMS Center sampai waktu validnya (waktu yg kita atur sampai pesan tsb kadaluarsa) berakhir.
Video streaming > layanan video yang ditampilkan sebelum semua data berhasil di download dari server. Mulai banyak digunakan untuk memantau keadaan lalu lintas dijalan-jalan tertentu.
Dengan cara ini pengemudi dapat memilih jalur jalan yang akan dilaluinya dan terhindar dari kemacetan lalu lintas.dengan video streaming kita dapat akses gambar yang dihasilkan kamera pengintai yang dipasang dijalan A dan B.Gambar video yang dihasilkan dikirimkan ketempat penyedia jasa layanan video streaming ( Penyedia content ),kemudian penyedia jasa layanan mengirimkan video ke operator penyedia jasa layanan telepon bergerak. Video tersebut dikrimkan ke ponsel yang mengakses, video yang dikirimkan bersifat real time (menyatakan apa yang terjadi saat itu ).
Pertanyaan pemahaman
1. Jelaskan kelebihan telepon dibandingkan dengan telegraf sebagai alat komunikasi
2. Jelaskan cara kerja mesin faks
3. Jelaskan perbedaan televisi dengan radio sebagai alat komunikasi
4. Jelaskan perbedaan teknologi GSM dan CDMA
5. Jelaskan cara kerja video steraming
1.2 Komputer dan internet
Setelahmampelajari subbab ini, siswa akan mamapu :
M mengenal berbagai jenis komputer dan pengunaanya
M mengenal internet
Diposting oleh Oemar Bakrie di 00.48 0 komentar
Label: amjo
Lafal BahasaIndonesia Baku
Lafal Bahasa Indonesia Baku
Oleh: Hans Lapoliwa
Sebagai bahasa yang hidup, bahasa Indonesia telah dan akan terus mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan masyarakat pemakainya. Luasnya wilayah pemakaian bahasa Indonesia dan keanekaragaman penuturnya serta cepatnya perkembangan masyarakat telah mendorong berkembangnya berbagai ragam bahasa Indonesia dewasa ini.
Kenyataan bahwa bahasa Indonesia digunakan oleh kelompok-kelompok masyarakat penutur yang berbeda latar belakangnya baik dari segi geografis maupun dari segi sosial menyebabkan munculnya berbagai ragam kedaerahan (ragam regional) dan sejumlah ragam sosial.
Salah satu jenis ragam sosial yang bertalian dengan pokok bahasan makalah ini adalah ragam bahasa Indonesia yang lazim digunakan oleh kelompok yang menganggap dirinya terpelajar. Ragam ini diperoleh melalui pendidikan formal di sekolah. Karena itu, ragam ini lazim juga disebut ragam bahasa (Indonesia) sekolah. Ragam ini juga disebut ragam (bahasa) tinggi. Dalam kaitan ini patut dicatat bahwa bahasa Melayu yang diikrarkan sebagai bahasa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 tentulah ragam bahasa Melayu Tinggi pada waktu itu. Ragam bahasa kaum terpelajar itu biasanya dianggap sebagai tolok untuk pemakaian bahasa yang benar. Oleh karena itulah maka ragam bahasa sekolah itu disebut juga (ragam) bahasa baku (lihat Alwi et al. 1993). Mengingat ragam bahasa baku itu digunakan untuk keperluan berbagai bidang kehidupan yang penting, seperti penyelenggaraan negara dan pemerintahan, penyusunan undang-undang, persidangan di pengadilan, persidangan di DPR dan MPR, penyiaran berita melalui media elektronik dan media cetak, pidato di depan umum, dan, tentu saja, penyelenggaraan pendidikan, maka ragam bahasa baku cenderung dikaitkan dengan situasi pemakaian yang resmi. Dengan kata lain, penggunaan ragam baku menuntut penggunaan gaya bahasa yang formal.
Dalam hubungan dengan gaya itu, perlu dicatat perbedaan ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulisan. Dari segi gaya, ragam bahasa tulisan cenderung kata-katanya lebih terpilih dan kalimat-kalimatnya lebih panjang-panjang, tetapi lebih tertata rapi. Dengan kata lain, persoalan lafal yang menjadi persoalan pokok makalah ini tidak berkaitan langsung dengan perbedaan ragam bahasa Indonesia lisan dan ragam bahasa Indonesia tulisan. Lafal bahasa Indonesia yang dipersoalkan dalam makalah ini adalah lafal (baku) yang dianggap baik untuk digunakan ketika berbahasa Indonesia baku dengan memakai bunyi sebagai sarananya baik dengan cara berbicara maupun dengan cara membaca.
Atas dasar uraian singkat di atas pembicaraan dalam makalah ini akan meliputi pokok-pokok (1) ciri-ciri lafal baku bahasa Indonesia (2) fungsi lafal baku bahasa Indonesia (3) faktor penunjang dan penghambat pertumbuhan lafal baku (4) upaya pembakuan lafal bahasa Indonesia
1. Ciri-Ciri Lafal Baku Bahasa Indonesia Di atas telah disinggung bahwa bahasa baku baik ragam lisan maupun tulisan selalu dikaitkan dengan bahasa sekolah yang juga disebut ragam tinggi. Ragam bahasa tinggi ini lazim digunakan oleh mereka yang menganggap dirinya terpelajar. Salah satu ciri yang menonjol bahasa kaum terpelajar ini, yang menyangkut lafal, adalah bahwa sistem bunyinya lebih kompleks dibandingkan dengan sistem bunyi yang dimiliki kaum tak-terpelajar. Bahasa kaum terpelajar cenderung mempunyai khasanah bunyi yang lebih banyak. Karena itu, kaum terpelajar cenderung membedakan kata seni dari zeni, kata pak dari vak, kata sarat dari syarat, kata kas dari khas, dan kata teras (rumah) dari teras (dalam arti inti) sedangkan kaum tidak terpelajar cenderung tidak membedakan pasangan-pasangan kata itu dalam berbicara. Bahasa kaum terpelajar juga cenderung mempunyai kaidah fonotaktis yang lebih rumit. Kaum terpelajar akan mengacu kumpulan bangunan sejenis di suatu tempat sebagai kompleks, aksi-aksi mahasiswa yang menuntut reformasi sebagai demonstrasi, dan olahraga konglomerat yang dilakukan di padang-padang bekas kebun teh dan sawah rakyat sebagai golf, sementara kelompok tidak terpelajar cenderung akan mengacunya masing-masing sebagai komplek, demonstrasi, dan golop, paling tidak, dalam berbahasa lisan. Selain khasanah bunyi yang lebih banyak dan kaidah fonotaktis yang menyatakan kombinasi-kombinasi bunyi yang lebih kompleks, bahasa kaum terpelajar cenderung juga berbeda dari bahasa kaum tak-terpelajar dalam hal kaidah pemberian tekanan pada kata. Bahasa kaum terpelajar cenderung memperlihatkan kaidah tekanan yang lebih teratur dan lebih berdasar daripada bahasa kaum tak-terpelajar. Perbedaan lafal akibat perbedaan kaidah penempatan tekanan antara kedua kelompok penutur bahasa Indonesia itu akan lebih tajam bila kata-kata itu berada dalam untaian kalimat. Bandingkan kolom A dan B berikut (suku kata yang mendapat tekanan dinyatakan dengan kapital).
A
B
1
memBAca
memBAca
membaCAkan
memBAcakan
membacaKANnya
memBAcakannya; membaCAkannya
2
terBANG
TERbang
menerBANGkan
meNERbangkan
menerbangKANnya
meNERbangkannya; menerBANGkannya
Pada contoh di atas tampak bahwa kaum terpelajar secara taat asas menempatkan tekanan pada suku kata kedua dari akhir (Kolom A) kecuali bila suku kata kedua itu mengandung vokal e pepet (/ /), sedangkan kelompok tak-terpelajar cenderung menempatkan tekanan pada bentuk dasar pada suku yang tetap atau pada suku ketiga dari akhir (Kolom B), tanpa memperdulikan apakah suku tersebut mengandung e pepet atau tidak.
Pada umumnya aspek-aspek bunyi dan tekanan yang memperbedakan ragam bahasa baku (ragam bahasa kaum terpelajar) dengan ragam bahasa tak-baku (ragam bahasa kaum tak-terpelajar) bersumber pada perbedaan sistem bunyi bahasa Indonesia dengan bahasa ibu para penutur yang cenderung menghasilkan ragam regional bahasa Indonesia yang lazim disebut logat atau aksen. Sejalan dengan itu, Abercrombie (1956) menulis bahwa ragam bahasa baku adalah ragam bahasa yang paling sedikit memperlihatkan ciri kedaerahan. Hubungan antara ragam kedaerahan dengan ragam baku, termasuk lafalnya, digambarkan oleh Trudgill (1975) seperti berikut.
Gambar itu memperlihatkan bahwa ragam baku (termasuk lafal baku) termasuk ragam sosial yang tinggi. Makin tinggi pendidikan seseorang cenderung akan meningkatkan status sosial seseorang--termasuk meningkatkan mutu bahasanya. Khasanah bunyi beserta kaidah-kaidah yang mengatur distribusi bunyi-bunyi itu, termasuk kombinasi-kombinasi bunyi dalam kata yang diperbolehkan oleh kaidah fonotaktik, dan kaidah penempatan tekanan pada kata-kata bahasa Indonesia ragam baku dapat dilihat di dalam Alwi et al. (1998).
2. Fungsi Lafal Baku Bahasa Indonesia Lafal merupakan perwujudan kata-kata dalam bentuk untaian-untaian bunyi. Lafal merupakan aspek utama penggunaan bahasa secara lisan. Dalam hubungan itu, lafal baku dapat dipandang sebagai perwujudan ragam bahasa baku dalam bentuk untaian bunyi ketika berlangsung komunikasi verbal secara lisan yang menuntut penggunaan ragam baku. Persoalannya adalah peristiwa komunikasi lisan apa saja yang menuntut penggunaan ragam baku. Kridalaksana (1975) mencatat empat fungsi bahasa yang menuntut penggunaan ragam baku, yaitu (1) komunikasi resmi, (2) wacana teknis, (3) pembicaraan di depan umum, dan (4) pembicaraan dengan orang yang dihormati. Dari empat fungsi bahasa yang menuntut ragam baku itu, hanya dua yang terakhir yang langsung berkaitan dengan komunikasi verbal secara lisan. Dengan kata lain, lafal baku perlu digunakan dalam pembicaraan di depan umum, seperti kuliah, ceramah, khotbah, pidato, dsb. atau dalam pembicaraan dengan orang yang dihormati seperti pembicaraan dengan atasan, dengan guru, dengan orang yang baru dikenal dsb.
Di atas telah kita lihat bahwa ragam bahasa baku dianggap sebagai ragam bahasa yang baik yang cocok untuk keperluan komunikasi verbal yang penting, yang menjadi tolok untuk pemakaian bahasa yang benar, dan yang bergengsi serta berwibawa. Dalam hubungan dengan fungsi sosial bahasa baku itu, Moeliono (1975) mencatat empat fungsi pokok, yaitu (1) fungsi pemersatu, (2) fungsi penanda kepribadian, (3) fungsi penanda wibawa, dan (4) fungsi sebagai kerangka acuan.
Dengan demikian, lafal baku--sebagai perwujudan bahasa baku secara fonetis--mempunyai fungsi sosial sebagai (1) pemersatu, (2) penanda kepribadian, (3) penanda wibawa, dan (4) sebagai kerangka acuan.
Pengikraran bahasa Melayu (tinggi) sebagai bahasa Indonesia 70 tahun lalu merupakan peristiwa bersejarah yang sangat penting dalam proses perkembangan bangsa Indonesia yang bersatu. Sulit untuk dibayangkan apa yang akan terjadi dengan bangsa Indonesia yang terdiri atas ratusan suku bangsa dengan latar belakang kebahasaan yang ratusan pula dan menyebar di kepulauan Nusantara yang luas ini jika tidak ada satu bahasa sebagai alat komunikasi antara satu dengan lain. Kehadiran suatu lafal baku yang perlu digunakan sebagai tolok dalam berbahasa lisan pada peristiwa-peristiwa tutur resmi yang melibatkan pendengar dari berbagai kelompok suku tentulah merupakan suatu keharusan.
Fungsi kepribadian lafal baku akan tampak bila kita terlibat dalam pergaulan antarbangsa. Melalui bahasa lisan seseorang, kita dapat mengenal apakah dia menggunakan logat asing ataukah logat baku. Orang asing yang belajar bahasa Indonesia dapat saja mencapai penguasaan bahasa Indonesia yang sangat baik namun itu biasanya terbatas pada bahasa tulisan. Atau, kemungkinan lain, dapat saja kita terlibat dalam percakapan dengan bangsa serumpun, misalnya dengan orang Malaysia atau Brunei Darussalam. Dari segi perawakan tentu sulit untuk membedakan satu sama lain, tetapi melalui logat/dialek yang digunakan kita dapat mengenal apakah seseorang termasuk bangsa Indonesia atau tidak.
Fungsi penanda wibawa lafal baku merupakan suatu fungsi yang mempunyai nilai sosial yang tinggi dalam suatu masyarakat. Kemampuan seseorang dalam menggunakan lafal baku cenderung akan ditafsirkan bahwa orang itu adalah orang terpelajar dan karena itu patut disegani. Kewibawaan lafal baku tampak jelas dalam pergaulan sehari-hari. Dalam senda gurau tidak pernah kita mendengar lafal baku dijadikan bahan olok-olok. Pada umumnya yang kita dengar adalah logat (lafal) yang bersifat kedaerahan.
Fungsi lafal baku sebagai kerangka acuan berarti bahwa lafal baku dengan perangkat kaidahnya menjadi ukuran atau patokan dalam berbahasa Indonesia secara lisan pada situasi-situasi komunikasi yang resmi.
3. Faktor Penunjang dan Penghambat Pertumbuhan Lafal Baku Dengan faktor pendukung pertumbuhan lafal baku di sini dimaksudkan semua faktor yang dianggap memberikan dampak positif terhadap kehadiran lafal baku bahasa Indonesia. Sebaliknya, faktor penghambat pertumbuhan lafal baku adalah semua faktor yang dianggap memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan/kehadiran lafal baku bahasa Indonesia. Oleh karena itu, pembicaraan pada seksi ini akan mencoba mengidentifikasi beberapa isu atau masalah yang bertalian dengan lafal baku kemudian melihat apa segi positifnya dan apa segi negatifnya. Masalah yang bertalian dengan lafal baku yang akan disorot dalam hubungan ini meliputi (1) isu persatuan dan kesatuan, (2) isu pendidikan, (3) isu kesempatan kerja, (4) isu keunggulan bahasa baku, dan (5) isu demokrasi dalam bahasa.
a. Isu Persatuan dan Kesatuan Kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang dihuni oleh ratusan suku bangsa dengan bahasa yang berbeda-beda jelas merupakan tantangan berat dalam rangka mempersatukan bangsa Indonesia ini. Adanya satu bahasa sebagai alat untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang bhineka itu merupakan suatu keharusan. Hal ini disadari benar oleh para pemuda yang hadir dalam Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Melalui Sumpah Pemuda tersebut, bahasa Melayu diikrarkan sebagai bahasa persatuan dengan nama bahasa Indonesia. Walaupun tidak ada catatan yang menyebutkan secara eksplisit ragam bahasa Melayu mana yang dinobatkan sebagai bahasa Indonesia itu, dapat dipastikan bahwa bukan ragam bahasa Melayu pasar. Ragam bahasa Melayu yang dinobatkan sebagai bahasa persatuan melalui Sumpah Pemuda itu tentulah ragam bahasa Melayu Tinggi karena ragam inilah yang diajarkan di sekolah-sekolah, terutama sekolah-sekolah kebangsaan. Bersamaan dengan pengikraran ragam bahasa Melayu Tinggi sebagai bahasa Indonesia, Sumpah Pemuda itu juga secara serta-merta menobatkan lafal bahasa Melayu Tinggi sebagai lafal baku.
Fungsi bahasa Indonesia baku, termasuk lafalnya, sebagai alat pemersatu bangsa secara umum dapat dikatakan telah berjalan dengan baik. Hampir sebagian besar bangsa Indonesia telah dapat mengerti bahasa Indonesia. Namun, di sisi lain penetapan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan telah pula mengakibatkan sebagian masyarakat yang belum menguasai atau dianggap belum mahir berbahasa Indonesia secara tidak sadar telah menciptakan pengotak-ngotakan masyarakat bangsa ini atas yang mahir berbahasa Indonesia dan yang tidak mahir berbahasa Indonesia. Upaya untuk mengendalikan pertumbuhan bahasa melalui perencanaan bahasa sesungguhnya merupakan upaya perencanaan perbedaan antara yang mahir dan yang kurang mahir berbahasa Indonesia termasuk lafalnya.
b. Isu Pendidikan Salah satu alasan yang sering dikemukakan dalam hubungan dengan upaya penetapan suatu ragam bahasa baku adalah pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan di sekolah tentulah menuntut adanya bahasa pengantar yang dikuasai oleh guru dan murid. Pengembangan bahan-bahan ajar tentulah memerlukan satu bahasa demi penghematan. Adalah tidak ekonomis untuk menyediakan buku yang berbeda-beda dari segi bahasa bagi kelompok-kelompok yang berbeda bahasa seperti Indonesia. Ini tidak hanya mahal dari segi finansial tetapi juga mahal dari segi ketenagaan. Dalam hubungan dengan penyelenggaraan pendidikan ini, peranan lafal baku sangat penting karena ragam bahasa yang digunakan sebagian besar adalah ragam lisan. Kegagalan seseorang menguasai lafal baku cenderung akan berakibat kegagalan dalam mencapai manfaat pendidikan di sekolah yang optimal.
Isu pendidikan berkenaan dengan lafal baku itu baru akan menjadi persoalan bila sekolah memang menuntut penggunaan lafal baku. Murid yang tidak mahir menggunakan lafal baku cenderung akan dinilai "kurang berhasil" dalam mengikuti pendidikan. Kekurangberhasilan murid itu akan tampak menonjol dalam hal-hal yang menuntut penggunaan bahasa lisan seperti bercakap-cakap, menjawab pertanyaan secara lisan, menerangkan sesuatu, dan membaca bersuara.
c. Isu Kesempatan Kerja Alasan lain yang biasa dikemukakan dalam usaha penetapan suatu bahasa baku termasuk lafal baku bertalian dengan kesempatan kerja. Prof. Emil Salim (1983) melaporkan bahwa hasil Sensus 1980 menunjukkan adanya hubungan positif antara penguasaan bahasa Indonesia dengan kesempatan kerja. Pendapatan per kapita rata-rata (GNP) yang menguasai bahasa Indonesia lebih tinggi daripada GNP kelompok masyarakat yang kurang menguasai bahasa Indonesia. Rendahnya GNP kelompok yang kurang menguasai bahasa Indonesia itu pastilah tidak berkaitan langsung dengan kemampuan intelektual atau keterampilan mereka. Kemungkinan besar perbedaan GNP itu lebih banyak ditentukan oleh kesan pertama yang didapatkan oleh para penyaring calon pekerja melalui lamaran tertulis dan atau wawancara dengan pencari kerja tersebut. Ketidaklancaran komunikasi antara calon pekerja dengan penyaring calon pekerja cenderung ditafsirkan sebagai ketidakmampuan tenaga pencari kerja tersebut untuk melaksanakan beban kerja lowongan yang ada.
Di sini lagi-lagi isu bahasa baku, termasuk lafal baku, dapat menjadi masalah jika ragam bahasa baku itu dijadikan sebagai suatu prasyarat untuk bisa diterima sebagai tenaga kerja dalam suatu lembaga atau perusahaan. Buruh-buruh di suatu pabrik atau perkebunan serta pesuruh, tukang kebun, dan tenaga administrasi rendahan di kantor-kantor tidak perlu dipersyaratkan menguasai bahasa Indonesia baku secara lisan dan tertulis sama baik dengan mandor atau kepala bagian di kantor-kantor.
d. Isu Keunggulan Bahasa Baku Di atas telah disinggung bahwa ragam bahasa baku cenderung dinilai sebagai bahasa yang bergengsi yang lebih baik daripada ragam lain atau ragam kedaerahan. Sentimen sosial yang melekat pada ragam baku itu cenderung ditafsirkan bahwa ragam bahasa baku lebih unggul daripada ragam kedaerahan dalam hal daya ungkapnya. Ragam bahasa baku (ragam tinggi) dianggap mampu mengungkapkan berbagai konsep ilmu pengetahuan dan teknologi modern, sedangkan ragam kedaerahan tidak.
Dalam hal-hal tertentu anggapan itu memang benar, tetapi itu terjadi karena ragam baku memang sengaja dikembangkan secara khusus untuk keperluan itu, terutama dalam hal peristilahannya. Secara teoretis, ragam apa pun yang digunakan asal tersedia perangkat istilah untuk bidang-bidang yang dipercakapkan tentulah bisa. Para ahli ilmu bahasa sudah sejak lama menerima pandangan bahwa semua bahasa di dunia ini sama baiknya. Apa yang bisa diungkapkan dalam satu bahasa pastilah dapat diungkapkan dalam bahasa lain walaupun dengan cara yang lebih panjang. Dalam kaitan ini, pandangan bahwa ragam bahasa baku lebih unggul dari ragam kedaerahan terletak pada kehematan dalam pengungkapan saja.
e. Isu Demokrasi dalam Bahasa Penilaian ragam bahasa baku sebagai ragam yang berwibawa dan bergengsi dengan segala konotasinya telah menjadi salah satu alasan mengapa perlu ada ragam baku dan bahwa setiap warga negara perlu diberi kesempatan yang sama untuk mempelajari dan menguasai ragam bahasa baku, termasuk lafal baku itu.
Dalam negara seperti Indonesia yang warganya terdiri atas ratusan kelompok etnis dengan bahasa daerah yang beratus pula tentulah keinginan untuk memberi kesempatan yang sama untuk menguasai bahasa Indonesia (baku) merupakan suatu keharusan. Masalah yang timbul berkaitan dengan isu demokrasi dalam bahasa ini adalah bahwa tidak jarang murid mendapat hambatan dalam menggapai kemajuan dalam pendidikannya akibat ragam bahasa Indonesia baku yang belum dikuasainya dengan baik. Acapkali dapat terjadi seseorang menjadi segan, dan mungkin berkembang menjadi benci, berbicara karena dikritik atau diperolok-olokkan baik oleh guru maupun oleh teman-temannya. Apabila tekanan-tekanan psikologis seperti itu dialami oleh murid, maka dapat dipastikan bahwa dia tidak akan mencapai hasil yang memuaskan di dalam pendidikannya. Untuk menghindari tekanan-tekanan psikologis yang bisa diakibatkan ketidakmampuan menguasai ragam bahasa baku itu, maka murid dapat pula menuntut hak bahasa lainnya, yaitu untuk belajar di dalam dialeknya sendiri sebagaimana disuarakan oleh UNESCO belakangan ini walaupun konsekuensinya jauh lebih tidak menguntungkan dilihat dari kepentingan bangsa.
4. Upaya Pembakuan Lafal Bahasa Indonesia Adanya ragam baku, termasuk lafal baku, untuk bahasa Indonesia merupakan tuntutan Sumpah Pemuda dan UUD 1945. Pengikraran bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan dengan nama bahasa Indonesia menuntut setiap orang Indonesia untuk bisa berkomunikasi satu sama lain baik secara lisan maupun secara tertulis dalam bahasa persatuan. Penetapan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara berarti bahwa segala bentuk kegiatan dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara dilakukan dalam bahasa Indonesia. Semua kegiatan komunikasi verbal dalam bahasa Indonesia itu, secara lisan atau secara tertulis, hanya akan mencapai hasil yang baik jika ada semacam rujukan yang dimiliki bersama--dalam hal ini ragam baku bahasa Indonesia. Untuk keperluan berbahasa lisan tentu saja dibutuhkan lafal baku. Upaya pembakuan lafal bahasa Indonesia pada dasarnya dapat dilaksanakan dengan dua jalur (1) jalur sekolah dan (2) jalur luar sekolah.
a. Pembakuan Lafal melalui Jalur Sekolah Upaya pembakuan lafal bahasa Indonesia sebenarnya telah dimulai jauh sebelum bahasa Indonesia diikrarkan sebagai bahasa persatuan 70 tahun lalu. Upaya pembakuan itu dimulai di sekolah-sekolah yang mengajarkan atau memakai bahasa Melayu. Kehadiran Ejaan van Ophuijsen tahun 1901 telah meletakkan dasar yang kokoh bagi pertumbuhan lafal bahasa Melayu Tinggi yang kemudian dinobatkan sebagai bahasa Indonesia oleh Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928. Melalui tulisan yang diajarkan di sekolah-sekolah, murid-murid mulai membentuk lafal baku. Melalui tulisan yang mereka pelajari, mereka belajar mengucapkan kata-kata tertulis seperti ada, apa, dan mana, sebagaimana dituliskan dan bukan sebagai [ad ], [ap ], dan [man ] seperti kita dengar dalam bahasa Melayu Riau hingga dewasa ini.
Pembakuan lafal melalui sekolah pada umumnya dilakukan secara pasif. Guru tidak secara khusus melatih para murid untuk menggunakan lafal baku. Murid belajar lafal baku melalui apa yang didengarnya dari guru dan, pada tahap tertentu, dari sesama murid. Melalui pelajaran baca-tulis, murid dapat mengetahui nilai (fonetis) untaian huruf yang digunakan untuk menuliskan kata-kata Indonesia. Peranan guru dalam upaya pembinaan lafal bahasa baku sangatlah besar. Untuk dapat melaksanakan upaya pembinaan lafal baku itu guru hendaklah mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan memperhatikan hal-hal berikut.
(1) Guru haruslah menyadari bahwa lafalnya merupakan model atau kerangka acuan bagi murid-muridnya. Karena itu, hendaklah guru mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Pengetahuan fonologi akan banyak membantu tugasnya. (2) Guru perlu mengetahui aspek-aspek fonologi yang khas di daerah tempatnya mengajar agar dapat mengetahui bunyi-bunyi yang sukar bagi murid-muridnya. Di daerah Tapanuli dan sebagian besar Indonesia bagian timur, vokal / / cenderung diganti dengan /e/. Di Aceh, Jawa, dan Bali bunyi /t/ cenderung diganti dengan bunyi retrofleks /t/. (3) Guru hendaklah menyadari bahwa (ragam) bahasa menjadi lambang kelompok sosial. Karena itu guru perlu menghargai logat murid-muridnya. Apabila murid merasa direndahkan karena ketidak-mampuannya berbahasa Indonesia dengan lafal baku sebagai akibat pengaruh logat/bahasa ibunya, maka ia cenderung menolak apa saja yang berbau lafal bahasa Indonesia baku.
b. Pembakuan Lafal melalui Jalur Luar Sekolah Di atas telah disinggung bahwa lafal baku sebagai perwujudan ragam bahasa baku mempunyai nilai sosial yang tinggi. Oleh karena itu, di banyak tempat di dunia itu acapkali ragam bahasa para penutur dari kalangan kelas sosial atas sering dijadikan acuan atau model. Hal ini terlihat jelas di Indonesia. Ketika presiden sering terdengar mengucapkan -kan sebagai [k n] maka banyak orang yang latah ikut-ikutan mengucapkan [-k n] walaupun mereka bukan dari suku Jawa. Untuk bisa memberikan model lafal yang baik kepada masyarakat perlu diperhatikan hal-hal berikut.
(1) Setiap pemimpin dan tokoh masyarakat yang biasa dalam tugasnya berhadapan langsung dengan rakyat perlu berusaha menggunakan lafal baku. (2) Para penyiar radio dan televisi hendaklah memberikan model yang baik bagi para pendengar khususnya dalam pembicaraan yang bersifat resmi, seperti pembacaan berita atau wawancara resmi dengan tokoh-tokoh masyarakat. Peranan televisi dan radio itu sangat besar dalam pembentukan lafal bahasa Indonesia yang ada dewasa ini.
5. Penutup Pada seksi 3 di atas telah disinggung sejumlah aspek positif dan aspek negatif kehadiran ragam baku, termasuk lafal baku. Perdebatan itu mungkin hanya relevan bagi masyarakat yang monolingual atau paling tidak jumlah bahasanya sedikit. Bagi Indonesia yang penduduknya menggunakan ratusan bahasa daerah dan tersebar di ribuan kepulauan, kehadiran suatu bahasa baku, termasuk lafal baku bukan hanya perlu tetapi suatu keharusan. Upaya untuk menentang pembakuan bahasa Indonesia sama artinya mengkhianati Sumpah Pemuda yang telah mengikrarkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Persatuan yang kuat hanya bisa tercipta kalau ada bahasa yang digunakan bersama dengan pemahaman yang sama. Meskipun begitu, upaya pembakuan lafal hendaklah dilakukan secara hati-hati karena lafal lebih peka terhadap sentimen sosial. Upaya pembakuan lafal selama ini dapat dipertahankan. Yang perlu ditingkatkan adalah kesadaran kita sebagai pemodel lafal.
Daftar Pustaka
Abercrombie, David. 1956. Problems and Principles Studies in the Teaching of English as a Second Language. London: Longman. Alwi, Hasan, Soenjono Dardjowidjojo, Hans Lapoliwa, Anton M. Moeliono. 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (edisi ketiga). Jakarta: Balai Pustaka. Kridalaksana, Harimurti. 1975. "Tata Cara Standardisasi dan Pengembangan Bahasa Nasional" dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. No. 3 pp 7--14. Moeliono, Anton M. 1975. "Ciri-Ciri Bahasa Indonesia yang Baku" dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. No. 3. pp. 2--6. Salim, Emil. 1983. "Membangun Bahasa Pembangunan". Makalah pada Kongres Bahasa Indonesia IV. Tollefson, James W. 1991. Planning Language, Planning Inequality. London: Longman. Trudgill, Peter. 1975. Accent Dialect and The School. London: Edwar Arnold Ltd.
(Sumber: Pusat Bahasa Depdiknas)
Diposting oleh Oemar Bakrie di 00.23 0 komentar

